Identity Negotiation Between Batak and Acehnese Communities in Building Inter-Ethnic Harmony in Langsa City
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi dinamika negosiasi identitas dalam komunikasi antar etnis antara masyarakat Batak dan Aceh di Kota Langsa, serta strategi komunikasi yang digunakan untuk membangun keharmonisan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 informan dari kedua etnis yang diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam tidak berstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta teori negosiasi identitas Stella Ting-Toomey sebagai kerangka analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negosiasi identitas berlangsung sebagai proses yang cair dan multidimensi melalui tiga mekanisme utama: adaptasi bahasa, penyesuaian perilaku sosial, dan penggunaan simbol budaya. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lingua franca yang mereduksi kerentanan identitas (identity vulnerability), sementara sebagian etnis Batak melakukan konvergensi yang lebih dalam melalui pembelajaran bahasa Aceh dan penyesuaian intonasi. Negosiasi identitas menghasilkan spektrum keluaran yang bervariasi, mulai dari integrasi aktif hingga kecenderungan asimilasi, dengan perbedaan generasional yang signifikan. Strategi komunikasi yang digunakan untuk membangun keharmonisan meliputi konvergensi linguistik bertingkat, adaptasi norma kesopanan lintas budaya (facework), pemanfaatan ruang sosial bersama sebagai arena interaksi yang aman, partisipasi dalam kegiatan keagamaan lintas etnis yang memperkuat identitas bersama (shared identity), serta penggunaan media digital sebagai pelengkap interaksi tatap muka. Keberhasilan strategi ini terbukti dari integrasi struktural etnis Batak ke dalam institusi pemerintahan dan keagamaan Kota Langsa, termasuk posisi sebagai geuchik, imam masjid, dan Tuha Peut. Namun demikian, tantangan tetap ada dalam bentuk perbedaan gaya komunikasi, tekanan antara integrasi dan asimilasi, batas-batas penerimaan berbasis kesamaan agama, kesenjangan generasional, serta dominasi narasi harmoni yang berpotensi menutupi tegangan yang belum terungkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keharmonisan antar etnis di Kota Langsa bukanlah kondisi yang terberi secara alamiah, melainkan hasil dari proses komunikatif yang aktif dan berkelanjutan melalui negosiasi identitas yang berhasil, yang pada gilirannya menghasilkan koeksistensi yang melampaui toleransi pasif menuju integrasi yang bermakna secara struktural.
References
Badan Pusat Statistik. (2012). Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2010. BPS.
Badan Pusat Statistik Kota Langsa. (2023). Kota Langsa dalam Angka 2023. BPS Kota Langsa.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966a). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Anchor Books.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966b). The Social Construction of Reality.
Berry, J. W. (2023). Acculturation and Adaptation Revisited. Applied Psychology, 72(2), 387–412. https://doi.org/10.1111/apps.12389
Bibi, F., & Hamida, L. (2024). Communication Accommodation among International Students in Indonesia. Cogent Arts \& Humanities, 11(1), 2397188. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2397188
Cormoș, V. C. (2022). Adaptation, Assimilation, and Integration in Migration Contexts. Sustainability, 14(16), 10296. https://doi.org/10.3390/su141610296
Damanik, K. S., Ritonga, M. H., & Deni, I. F. (2022). Komunikasi Lintas Budaya Suku Batak dan Suku Jawa dalam Membangun Kerukunan Antar Masyarakat di Desa Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Siwayang Journal Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(4).
David, R., Nigoti, U., & Singh, S. (2024). Intercultural Communication Competence and Employee Engagement. International Journal of Intercultural Relations, 105, 102098. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2024.102098
Döbler, T., & Carbon, C.-C. (2023). Cultural Flexibility and Social Adaptation. Frontiers in Psychology, 14, 1189457. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1189457
Informan 1. (2024). Wawancara Pribadi.
Informan 2. (2024). Wawancara dengan Anggota Komunitas Etnis Batak.
Giles, H., Edwards, A. L., & Walther, J. B. (2023). Communication Accommodation Theory: Past Accomplishments, Current Trends, and Future Prospects. Language Sciences, 99, 1–15. https://doi.org/10.1016/j.langsci.2023.101571
Grigoryev, D., Berry, J. W., & Zabrodskaja, A. (2021). Editorial: Stereotypes and Intercultural Relations: Interdisciplinary Integration, New Approaches, and New Contexts. Frontiers in Psychology, 12, 728048. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.728048
Informan 3. (2024). Wawancara Pribadi.
Hazani, D. C. (2019). Pola Komunikasi Antar Budaya dalam Membangun Harmonisasi Masyarakat Heterogen di Kota Mataram. PENSA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2).
Hoffman, W. B., & Zhang, Y. B. (2022). Explaining Communication Adjustment: Communication Accommodation Theory and Its Utility in Intercultural Communication. Journal of Intercultural Communication and Interactions Research, 2(1), 75–100. https://doi.org/10.3726/jicir.2022.1.0005
Hou, M. (2023). Face and Identity in Intercultural Conflict Management. Journal of Intercultural Communication, 23(2), 43–55. https://doi.org/10.36923/jicc.v23i2.55
Irwandi, & Yusuf, A. A. (2023). Enhancing Inter-Ethnic Harmony in a Multicultural Society: Lessons from a Case Study of the Harmonization of Malay and Chinese Ethnicities in Belitung Island. International Journal of Science and Society, 5(3), 189–198.
Kim, Y. Y. (2017a). Identity, Intercultural. In Y. Y. Kim (Ed.), The International Encyclopedia of Intercultural Communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118783665.ieicc0037
Kim, Y. Y. (2017b). Integrative Communication Theory of Cross-Cultural Adaptation. In Y. Y. Kim (Ed.), The International Encyclopedia of Intercultural Communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118783665.ieicc0041
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Littlejohn, S. W. (1996). Theories of Human Communication (3rd ed.). Wadsworth.
Mansouri, F., & Elias, A. (2021). The Intercultural Dialogue Index (ICDI): An Index for Assessing Intercultural Relations. Social Indicators Research, 155(2), 411–453. https://doi.org/10.1007/s11205-021-02616-8
Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, J. S. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif (revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D., & Rakhmat, J. (2009). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. PT Remaja Rosdakarya.
Nurdin, A., Rahmawati, P., & Rubba, S. (2020). Model Komunikasi Harmonis Antarpemeluk Agama di Sorong Papua Barat. Jurnal Pekommas, 5(2), 157–168. https://doi.org/10.30818/jpkm.2020.2050205
Orazani, N., & others. (2023). Editorial: `Divided or United’: Strengthening Social Cohesion for Well-Being and Prosperity. Frontiers in Psychology, 14, 1278832. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1278832
Panggabean, D. A. S., & others. (2023). Gambaran Komunikasi Antarbudaya dalam Pasangan Pernikahan Beda Etnis Batak-Nias di Desa Hutagodang Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Mahasiswa Kreatif, 1(6), 24–41. https://doi.org/10.59581/jmk-widyakarya.v1i6.1480
Pratama, S., Zulkarnain, I., & Sinabutar, M. J. (2024). Negosiasi Identitas Tionghoa Muslim dalam Relasi Sosial (Studi pada Komunitas PITI Pangkalpinang). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 4(8), 141–150. https://doi.org/10.6578/triwikrama.v4i8.5164
Safriandi, & others. (2022). Akomodasi Komunikasi Etnis Tionghoa di Kota Banda Aceh. Jurnal Komunikasi Global, 11(2), 348–365. https://doi.org/10.24815/jkg.v11i2.29040
Sagala, P. (2024). Wawancara dengan Mahasiswa Etnis Batak Toba.
Samovar, L. A., & Porter, R. E. (1991). Communication Between Cultures. Wadsworth.
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya (7th ed.). Salemba Humanika.
Suryandari, & others. (2025). Identity Negotiation in Student Cross Cultural Communication in Madura: A Semio Pragmatic Approach in Multiethnic Social Space. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(2), 249–258.
Ting-Toomey, S. (1999). Communicating across Cultures. The Guilford Press.
Ting-Toomey, S. (2005a). Identity Negotiation Theory: Crossing Cultural Boundaries. In W. B. Gudykunst (Ed.), Theorizing about Intercultural Communication (pp. 211–233). Sage Publications.
Ting-Toomey, S. (2005b). The Matrix of Face: An Updated Face-Negotiation Theory. In W. B. Gudykunst (Ed.), Theorizing about Intercultural Communication (pp. 71–92). Sage.
Ting-Toomey, S. (2017). Identity Negotiation Theory. In Y. Y. Kim (Ed.), The International Encyclopedia of Intercultural Communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118783665.ieicc0039
Copyright (c) 2026 Yusmami, Sanusi, Lukman Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
DAWUH: Islamic Communication Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and acknowledge that the DAWUH: Islamic Communication Journal Natural Science is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.










